Pages

Stop Exploitasi Hutan Indonesia!

Rabu, 16 Oktober 2013

Panser Anoa Pindad Go International !

panser anoa 6x6
PT Pindad sedang mengembangkan Panser Anoa berkemampuan Amphibi yang bisa beroperasi di perairan, seperti: sungai, danau dan laut. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pindad, Wahyu Utomo mengatakan panser Anoa amphibi yang dikembangkan saat ini baru memiliki kemampuan berjalan di danau dan di sungai. Program pengembangan Anoa Amphibi yang bisa berjalan di danau dan sungai, akan dilakukan hingga 2014. Setelah hal itu tercapai, PT Pindad akan mengembangkan Panser Anoa yang bisa beroperasi di laut pada tahun 2015.

“Tahun 2015, panser anoa akan bisa beroperasi di laut dengan teknologi hydrojet,”ujar Wahyu Utomo. Untuk mendapatkan kemampuan itu, PT Pindad bekerjasama dengan Italia dan Korea Selatan.
Pada tahun 2014, Panser Anoa amphibi akan melakukan uji dinamis, untuk mengarungi danau dan sungai dan diharapkan bisa diserahkan kepada TNI pada tahun 2015. Di tahun yang sama, PT Pindad akan mendorong kemampuan Anoa amphibi agar bisa beroperasi di laut. “Ada senjatanya juga, ada recovery, ada logistik,” ujar Wahyu Utomo.

“Teknologi yang dikembangkan meliputi kemampuan Anoa untuk bermanuver tidak saja di darat, tapi juga bisa bergerak dinamis menghadapi gelombang laut,” tambah Marketing Manajer Pindad, Sena Maulana.

sumber : jakartagreater.com
READ MORE >>

Kamis, 26 September 2013

Tank Leopard tiba di Indonesia

Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)
Setelah ditunggu-tunggu cukup lama, Tank Leopard 2A4 serta Infantry Fighting Vehicle Marder, akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Gelombang pertama pengiriman tank ini membawa 2 MBT Leopard 2A4 serta 2 IFV Marder,diangkut kapal barang Isolde dan mendarat di pantai utara Jakarta.
Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)
Dalam kontrak pembelian US$ 280 juta dengan Jerman, Kementerian Pertahanan membeli sebanyak 153 unit MBT dan IFV, dengan rincian: 61 unit MBT Leopard RI, 42 MBT Leopard 2A4 serta 50 IFV Marder. Jumlah ini bisa bertambah karena TNI AD berencana membeli 80 IFV Marder. Untuk MBT Leopard akan dilengkapi tank recovery, tank bridge layer dan Ambulans.
Main Battle Tank Leopard 2A4 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Pembelian tank ini dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken pada November 2012. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat.



Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)

Kehadiran 153 unit tank ini akan menambah kekuatan TNI AD yang saat ini belum mempunyai tank kelas berat. Selama ini, TNI AD mengandalkan tank tempur ringan seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13 dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang sudah uzur.

READ MORE >>

Sabtu, 31 Agustus 2013

Jadwal Lengkap Piala AFF U-19 2013


Indonesia mempercayakan venue Piala AFF U-19 2013 kepada Gelora Delta Sidoarjo. Kandang Deltras FC ini akan menjadi tempat untuk partai pembuka dan partai final ajang tersebut.

Meski menjadi tuan rumah, Indonesia tidak akan melakoni partai pembuka even antar negara-negara ASEAN itu. Laga perdana ajang ini akan mempertemukan dua penghuni Grup A, Laos dan Filipina pada 9 September nanti di Gelora Delta. Evan Dimas dkk baru melakoni laga perdananya di hari kedua dengan meladeni Brunei Darussalam di tempat yang sama.

Seperti diberitakan sebelumnya, tak semua pertandingan Indonesia dilakoni di Sidoarjo. Dari lima pertandingannya, Timnas U-19 yang tergabung di Grup B harus dua kali bertanding di Stadion Petrokimia. Yaitu saat melawan Myanmar (12/9) serta melawan Vietnam dua hari setelahnya.

Berikut jadwal lengkap Piala AFF U-19 9-22 September 2013:

9 Sept 2013
Grup A Laos vs Filipina, 15:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup A Australia vs Kamboja, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo

10 Sept 2013
Grup B Brunei DS vs Indonesia, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup B Vietnam vs Thailand, 15:30 WIB, Petrokimia Gresik
Grup B Malaysia vs Myanmar, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

11 Sept 2013
Grup A Singapura vs Filipina, 15:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup A Kamboja vs Laos, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo

12 Sept 2013
Grup B, Vietnam vs Malaysia, 15:30 WIB Gelora Delta Sidoarjo
Grup B, Myanmar vs Indonesia, 15:30 WIB, Petrokimia Gresik
Grup B, Thailand vs Brunei DS, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

13 Sept 2013
Grup A Kamboja vs Timor Leste, 15:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup A Laos vs Singapura, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo

14 Sept 2013
Grup B Thailand vs Malaysia, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup B Brunei DS vs Myanmar, 15:30 WIB, Petrokimia Gresik
Grup B Indonesiavs Vietnam, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

15 Sept 2013
Grup A Timor Leste vs Laos, 15:30 WIB, Petrokimia Gresik
Grup A Filipina vs Kamboja, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

16 Sept 2013
Grup B Myanmar vs Vietnam, 15:30 WIB, Petrokimia Gresik
Grup B Malaysia vs Brunei DS, 15:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup B Indonesia vs Thailand, 19:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo

17 Sept 2013
Grup A Kamboja vs Singapura, 15:30 WIB, Gelora Delta Sidoarjo
Grup A Filipina vs Timor Leste, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

18 Sept 2013
Grup B Thailand vs Myanmar 15:30 WIB Gelora Delta Sidoarjo
Grup B Indonesia vs Malaysia 19:30 WIB Gelora Delta Sidoarjo
Grup B Brunei DS vs Vietnam, 19:30 WIB, Petrokimia Gresik

19 Sept 2013
ISTIRAHAT

20 Sept 2013
Semi Final 1 Juara Grup A vs Runner-up Grup B, 16:00 WIB, Petrokimia Gresik
Semi Final 2 Juara Grup B vs Runner-up Grup A, 16:00 WIB, Gelora Delta Sidoarjo

21 Sept 2013
ISTIRAHAT

22 Sept 2013
Perebutan Juara 3: Kalah SF1 vs Kalah SF2, 15:30 WIB Gelora Delta Sidoarjo
FINAL: Pemenang SF1 vs Pemenang SF2, 19:30 WIB Gelora Delta Sidoarjo 

source : dewibola.com
READ MORE >>

Minggu, 18 Agustus 2013

Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam

Kapal selam Kilo class made in Rusia
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah Indonesia mendapatkan tawaran untuk  membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.

“Kapal selam dari Rusia sudah ada. Mereka membuka kesempatan karena kedekatan dengan kita,” kata Purnomo saat ditemui di Istana Merdeka, Sabtu, 17 Agustus 2013.

Dalam kalimat langsung  yang dikutip tempo.co itu, Menteri Pertahanan menyatakan: “Kapal selam dari Rusia sudah ada”. Menteri Pertahanan menyampaikannya dengan kalimat multi tafsir. “Sudah ada” dalam artian telah ditawarkan atau “sudah ada” dengan arti Indonesia telah memiliki kapal selam Rusia.

Dia menyampaikan sebuah clue, namun tidak menjelaskannya lebih lanjut.

Informasi tentang tawaran 10 kapal selam Rusia, juga ditulis beritasatu.com. Menteri Pertahanan kembali menyampaikan kalimat yang multi tafsir:

“Memang ada tawaran lagi 10 kapal selama dari Rusia,” kata Menteri Pertahanan (menhan) Purnomo Yusgiantoro, Purnomo di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Logika kalimat Menteri Pertahanan tentang “tawaran lagi”, adalah, Indonesia sudah pernah ditawarkan dan membelinya atau setidaknya Indonesia punya track record yang bagus dengan produsen kapal selam Rusia. Kalau tidak memiliki rekam jejak yang bagus, tidak mungkin ditawarkan langsung 10 kapal selam (refurbish).

Kalau belum pernah membeli, seharusnya bunyi tawarannya begini: :Ini coba 2 kapal selam refurbish Rusia, kalau suka bisa tambah lagi”. Orang yang ditawarkan pun tidak akan terkejut.

Mengapa Rusia menawarkan langsung 10 kapal selam refurbish?. Karena tawaran mengambil 2 kapal selam dengan opsi bisa menambahnya hingga 10, telah dilakukan tahun 2007: In September 2007, it was announced that Indonesia had placed an order for two Kilo Type 636 submarines, plus options to purchase up to eight more.

Dalam berbagai catatan, Indonesia pernah menandatangani kontrak pembelian kapal selam dari Rusia, yang langsung disaksikan Presiden SBY dan Vladimir Putin.  Namun kelanjutan dari kontrak tersebut, tidak pernah dibuka secara terang  ke publik, apakah dieksekusi atau batal. Dengan adanya tawaran dari Rusia untuk pembelian 10 kapal selam refurbish, kontrak terdahulu semakin jelas seperti apa ENDING-nya.

Hal lain yang bisa ditangkap dengan tawaran 10 kapal selam dari Rusia, tersirat Indonesia sudah familiar/tidak merasa asing, dengan jenis kapal selam tersebut.

Padanannya kita rujuk kasus  pembelian 30 pesawat  refurbish F-16 eks AS.  Indonesia tadinya hendak membeli 8 pesawat baru F-16 Block 52, namun AS menawarkan 30 F-16 block 32 rekondisi dan Indonesia mengambilnya, untuk mengisi kekosongan fighter, dengan harapan KFX/IFX bisa terwujud sesuai waktu yang ditentukan.

Mengapa AS langsung menawarkan 30 pesawat tempur F-16 refurbish ?. Karena Indonesia adalah pengguna lama dari F-16, sehingga tidak ada perdebatan tentang kualitas pesawat, apakah pesawat itu bagus atau tidak.

Nah sekarang Rusia langsung menawarkann 10 kapal selam. Logikanya, Indonesia merupakan user / sudah terbiasa dengan  kapal selam yang ditawarkan.

Kasus pengguna baru, seperti Malaysia ditawarkan 2 Scorpene oleh Perancis. Singapura yang selama ini pengguna kapal selam Swedia, juga mencoba membeli 4 scorpene dari Perancis. Sementara Vietnam yang memiliki ikatan militer kuat dengan Rusia, membeli 6 kapal selam Kilo. Nah, untuk kasus Indonesia, Rusia langsung menawarkan 10 kapal selam refurbish. Tawaran ini bisa diartikan, Indonesia dianggap tidak asing dengan kapal selam tersebut. Apalagi operator kapal selam berjumlah puluhan, berbeda dengan pesawat tempur yang hanya dioperasikan oleh 1 atau 2 pilot.

Sejumlah dokumen tentang pelatihan TNI AL untuk menyambut kapal selam Kilo dari Rusia, sempat beredar. Dokumen itu dibuat tahun 2007. Jika dikaitkan dengan dokumen pelatihan awak kapal selam Kilo Indonesia, tawaran penjualan 10 kapal selam oleh Rusia menjadi klop dan nyambung. Artinya proyek pengadaan kapal selam Rusia dan pelatihannya yang ditandatangani tahun 2006-2007, tidak pernah berhenti.

Indonesia tampaknya memiliki program berkesinambungan dengan kapal selam Rusia.

Pengadaan 10 kapal selam refurbish dari Rusia (kalau jadi dibeli), akan memiliki positioning yang sama dengan 30 F-16 refurbish AS. 10 kapal selam itu, untuk menngisi kekosongan/ stopgap, hingga Indonesia bisa membuat kapal selam Changbogo Korea Selatan, atau dengan kata lain, hingga Indonesia membuktikan ketangguhan Kapal Selam Changbogo, saat mengoperasikannya nanti.

Berbicara tentang pembangunan kapal selam Changbogo, Indonesia mestinya optimis bisa membangun sendiri kapal selam tersebut. Militer Korea Selatan telah mengoperasikan 12 kapal selam Changbogo, sehingga tidak perlu dikhawatirkan, apakah kapal selam ini akan berwujud atau tidak. Dan Indonesia memesan 3 kapal selam Changbogo yang baru ke Korea Selatan.

Kembali tentang kapal selam dari Rusia. Saya jadi teringat dengan tulisan wartawan Radar Timika tentang kunjungan kapal selam 402 ke Sorong. Di situ sang wartawan berbicara cukup detil tentang spesifikasi dan kemampuan kapal selam tersebut, seperti: jumlah kru, kedalaman menyelam, serta lama perjalanan. Wakil Komandan Kapal Selam juga tidak ketinggalan menyebutkan jumlah kapal selam Indonesia.

Sang Wartawan pun memberi detil bahwa dia melihat langsung kapal selam tersebut dengan tulisan: Kapal selam sendiri sandar di pelabuhan Sorong, tepatnya di pelabuhan sebelah kanan disamping kapal pengangkut container.

Namun dari penjelasan itu semua, ada hal ganjil. Tulisan itu tidak menyebut jenis kapal selam yang dia lihat dan juga wawancarai Wakil Komandan Kapal-nya.

Jka anda menjadi wartawan dan bertanya tanya tentang sebuah mobil/motor di satu showroom, apakah l/motor tersebut, sementara anda telah melakukan pembicaraan cukup detil ?.

Yang paling mungkin terjadi, sang wartawan diminta tidak menyebutkan jenis kapal selam tersebut, kecuali nomer lambungnya 402. Kenapa ?.

Wakil Komandan Kapal menyebutkan awak kapal selam tersebut berjumlah 66 orang. Jumlah awak tersebut bukanlah muatan dari KRI Nanggala 402 type U-209 buatan Jerman Barat. KRI Nanggala 402 type 209, hanya mampu mengangkut 30-an awak kapal.

Agar tidak berbohong, sang wartawan hanya menuliskan nomer lambung kapal selam, menyebut jumlah muatan kapal, namun tidak menyebutkan jenis kapal selam tersebut. Mengapa jenis kapal selam tidak disebutkan, karena memang ada yang harus dirahasiakan.

Kapal selam sendiri sandar di pelabuhan Sorong, tepatnya di pelabuhan sebelah kanan disamping kapal pengangkut container…..

Kita jadi teringat dengan kalender TNI AL yang memasang disain photo kapal selam Kilo yang diberi nomer lambung 412. 

thanks to jakartagreater.com
READ MORE >>

Helikopter AH 64D Apache Longbow TNI AD

Helikopter Serang AH 64D Apache
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko memastikan pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang AH-64-D Apache Longbow. Kementerian Pertahanan telah memberi lampu hijau untuk membeli helikopter serang canggih AH-64-D Apache Longbow dari Amerika Serikat.

Dewan Perwakilan Rakyat yang sebelumnya menolak pembelian Apache karena dianggap kemahalan, kini telah sepakat menyetujuinya. ”DPR dan Kementerian Pertahanan sudah oke,” ujar KSAD di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

KSAD  tidak menyebut harga pembelian delapan helikopter itu dengan alasan tidak tahu harga pastinya. ”Lagipula itu teknis.” Ia mengatakan, pemerintah pada tahun ini sudah mulai membayarkan uang muka ke pemerintah Amerika Serikat. ”Pembayaran uang muka menjadi awal kesepakatan pembelian helikopter,” ujar dia. Kedelapan helikopter akan diterima Indonesia secara bertahap mulai 2018 hingga 2021.

Adapun Komisi Pertahanan DPR membenarkan menyetujui pembelian Apache, meski awalnya menolak. ”Setelah dipikir-pikir, memang dibutuhkan Apache untuk memperkuat jajaran Angkatan Darat,” ujar Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Tubagus Hasanuddin. 

thanks to tempo.co.id
READ MORE >>

Alutsista Baru Batalyon Armed 2013

MLRS ASTROS 2 Indonesia
Berbahagialah Batalyon Armed 1/105 mm yang berkedudukan di Singosari, Malang, Jawa Timur yang telah berbulan-bulan melakukan persiapan untuk menyambut alutsista baru. Setelah belajar teknologi komputer, bahasa inggris dan elemen pendukung lainnya, mereka akan kedatangan roket multilaras modern, MLRS (Artillery Saturation Rocket System) ASTROS II, buatan Brazil. Jika selama ini Yon Armed 1/105 Malang hanya memiliki meriam tua, maka sebentar lagi berganti dengan artileri teknologi baru yang pengendaliannya serba digital.

Roket multi laras ASTROS II memiliki unit kendali penembakan yang dilengkapi radar dan komputer penembakan (Fire Direction Center). Jenis Amunisinya pun bisa diubah-ubah dari roket balistik hingga roket kendali, untuk kaliber 127mm hingga 300 mm. Kehadiran MLRS ASTROS II di Batalyon Armed 1/105 mm Malang, akan meningkatkan presisi serangan dari Yon Armed, serta mempersingkat waktu serangan. Jangkauan Saturation Rocket bisa mencapai 150 km.

4 Jenis Amunisi MLRS ASTROS 2
4 Jenis Amunisi MLRS ASTROS 2
4 Jenis Amunisi MLRS ASTROS 2
Jenis amunisi Astros II terus dikembangkan pabrik Avibrás Brazil. Amunisi SS-150, memiliki jangkauan 150 km. Sementara amunisi AVTM-300 (AVibrás Tatical Missile) merupakan peluru kendali dengan hulu ledak 250 kg dengan jangkauan 300 km.

Meriam M2A2 Yon Armed Indonesia












Bandingkan saja dengan Howitzer Yon Armed 1 Singosari Malang, yang saat ini menggunakan meriam tarik (towed) M2A2 Kaliber 105mm dengan jangkauan tembak 11 kilometer. AS dan Australia telah lama me-museumkan meriam ringan ini.

Meriam M2A2 Yon Armed Indonesia
Meriam M2A2 Yon Armed Indonesia
Spesifikasi M2A2 :
Negara asal : Amerika Serikat
Kaliber : Howitzer 105mm (4.2 inchi)
Berat : 2.260Kg
Panjang : 5,94 meter
Panjang laras : 2,31 meter
Lebar : 2,21 meter
Tinggi : 1,73 meter
Jarak tembak max : 11.270 meter
Kecepatan proyektil : 472 meter per detik

Selain Yon Armed 1/105 mm Singosari yang berada di bawah Resimen Armed 1 Kostrad, Malang- Jawa Timur, maka Yon Armed Pasopati 9 Purwakarta- Jawa Barat di bawah Resimen Armed 2 Kostrad juga akan mendapatkan MLRS ASTROS II.  Dalam waktu dekat, Masing masing resimen akan mendapatkan 18 unit MLRS ASTROS II. 


READ MORE >>

Selasa, 23 Juli 2013

Presiden dengan Nama Depan S


Kapal Perang Penjelajah KRI Irian di jaman Presiden Soekarno
Di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus diakui militer Indonesia semaakin kuat dan bewibawa. Indonesia memiliki tambahan 30 fighter F-16, 6 jet tempur SU-30 MK2 lengkap dengan persenjataan, 12 pesawat tempur taktis Super Tucano, 16 pesawat latih tingkat lanjut T-50i, 9 Hercules C-130H, 12 UAV Wulung dan Heron, 6 baterai Senjata penangkis serangan udara Oerlikon, 100 MBT Leopard 2A4/Revo, 50 IFV Marder, 1 skuadron heli serang AH 64 Apache Longbow, 36 MLRS Astros II, 37 Howitzer kelas berat 155 mm Caesar Perancis, ATGM Javelin, ATGM NLAW, 1 skuadron Helikopter serang Fennec AS550, 6 helicopter EC725 Super Cougar, 3 kapal selam Changbogo (U-209/1400), 2 Frigate Sigma 10514, 3 light frigate/ Korvet Nakhoda Ragam Class, 9 pesawat transport/ survailance C-295, belasan kapal cepat rudal KCR 60 dan KCR 40, 220 Panser Anoa, 30 Rantis Sherpa dan banyak lagi.
Howitzer kelas berat 155 mm Caesar Perancis

Secara jumlah dan kualitas, militer Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Tapi tidak untuk rekayasa teknologi militer.

Presiden SBY sebenarnya telah membuat pondasi yang kuat untuk pengembangan rekayasa teknologi militer, dengan mensyaratkan pembelian alutsista harus disertai dengan transfer of technology (ToT). Pengadaan alutsista juga harus melibatkan industri dalam negeri. Namun program ToT dalam alutsista militer Indonesia, belum bisa disebut memuaskan.

Prestasi dalam hal pengadaan alutsista yang dilakukan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didukung Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, patut diacungi jembol, alias excellent. Namun rekayasa teknologi/ militer yang dimotori Menteri Riset dan Teknologi bisa dikatakan, biasa-biasa saja/ datar-datar saja.


Presiden Soekarno
Kita kilas balik sejenak ke jaman Presiden Soekarno. Pria lulusan ITB itu memang yahud. Tidak ada yang bisa menyangkal kekuatan militer Indonesia di jaman Presiden Soekarno, berada di puncak ketangguhan militer negara ini. Semua kekuatan pemukul nomer satu dimiliki Indonesia saat itu: Kapal penjelajah KRI Irian, Destroyer ‘Skory’ Class, Frigate ‘Riga’ Class, Kapal selam ‘Whisky’ Class, Kapal tempur cepat berpeluru kendali ‘Komar’ class, Pesawat pembom jarak jauh Ilyushin IL-28, Tank Amfibi PT-76, MiG-17, MiG-19, MiG-21, Pembom Strategis Tupolev Tu-16, dan pemburu Lavochkin La-11.

Saat itu, hanya empat negara di dunia yang memiliki pembom strategis yang bisa terbang sangat jauh, yakni: AS, Uni Soviet, Inggris dan Indonesia.

Usai revolusi fisik, sangat wajar presiden memperkuat persenjataan militernya, untuk menumbuhkan rasa nyaman dan mengangkat harga diri bangsa Indonesia yang baru lepas dari penjajahan. Presiden juga berkepentingan mengamankan pulau dan wilayah Indonesia yang masih silang sengketa.

Untuk pengadaan alutsista, Presiden Soekarno bisa dikatakan excellent, namun untuk rekayasa teknologi/ militer, relatif tidak berkembang. Sangat berbeda dengan rekayasa teknologi di India dan Pakistan, yang usia kemerdekaanya relatif sama dengan Indonesia.

Roket Kartika yang dibangun TNI AD, TNI AU, ITB dengan asistensi Uni Soviet berjalan di tempat.


Presiden Soeharto
Usai pemerintahan Soekarno, masuklah Indonesia ke masa kepemimpinan Presiden Suharto. Presiden Soekarno yang berlatarkan pendidikan sipil mendorong kekuatan angkatan bersenjata, namun di jaman Presiden Soeharto yang berlatarkan militer, justru mendorong kekuatan ekonomi. Rakyat yang miskin usai dijajah ratusan tahun, membutuhkan sandang, pangan dan papan. Sebuah pemikiran yang logis dan bisa diterima akal sehat.

Mulailah Indonesia membangun ekonominya dan pembangunan itu cukup berhasil. Tidak ada lagi antrean penduduk yang kelaparan dan meminta jatah makan. Stok makanan rakyat dilindungi dengan program swasembada beras. Harga barang barang pokok dijaga dan BBM disubsidi Anak-anak dilindungi dengan program Posyandu. Dunia perbankan ber kencanggerak. Saat itu Indonesia disebut salah satu negara the new emerging forces untuk bidang ekonomi.

Kondisi ekonomi berbalik 180 derajat dibandingkan jaman Presiden Soekarno yang buruk. Namun di bidang militer, kondisinya pun berbalik 180 derajat dibandingkan masa Presiden Soekarno yang hebat.

Presiden Soeharto menomorduakan kekuatan angkatan bersenjata Indonesia. Pesawat tempur Indonesia F-5 Tiger lalu disusul 1 skuadron F-16 block 15, bisa dikatakan sekedar ada saja. Begitu pula dengan kapal selam yang hanya 2 unit dan lagi tua. Kapal permukaan dibeli dari eks armada perang dunia kedua eks Jerman Timur. Begitu pula di darat, lapis baja pengintai (reconnaissance) Scorpion, dipasang canon 90mm Belgia, agar layak disebut tank baja ringan.

Untuk urusan pengadaan alutsista di jaman Presiden Soeharto, Indonesia bisa dikatakan minimalis.

Namun, rekayasa teknologi di jaman Presiden Soeharto, mencapai puncak tertinggi dibandingkan pencapaian presiden lainnya. Presiden Soeharto berhasil membujuk BJ Habibie untuk kembali ke Indonesia, membangun industri dirgantara Indonesia. Presiden Soeharto mendukung penuh sepak terjang BJ Habibie dalam membangun IPTN atau PT DI saat ini. Di masa Presiden Soeharto, Indonesia berhasil membuat dan menerbangkan dua pesawat modern CN-235 dan N250. Rasa bangga orang Indonesia saat itu, meledak-ledak.
Penerbangan Perdana N-250 di Masa Pemerintahan Presiden Soeharto (photo; PT DI)
Presiden Soeharto membawa Indonesia ke era penggunaan satelit luar angkasa Palapa. Indonesia melakukan rekayasa teknologi senjata SS1 Pindad dan merakit berbagai jenis helikopter yang dipakai militer Indonesia.

Bisa dikatakan di masa Presiden Soeharto, Indonesia lemah secara kekuatan militer, namun kuat dalam urusan rekayasa teknologi.

Presiden SBY bisa dikatakan hendak memadukan militer yang kuat di masa Presiden Soekarno dengan rekayasa teknologi yang tinggi di masa Presiden Soeharto. Untuk itu Presiden SBY mensyaratkan adanya transfer teknologi dalam segala pengadaan alutsista.

Presiden SBY rela melepas rencana pembelian Kapal Selam Kilo Rusia digantikan dengan kapal selam kelas 2 varian U-209 Jerman, yakni Changbogo buatan Korea Selatan, demi mendapatkan transfer teknologi. Indonesia juga didorong bekerjasama denga  Korea Selatan untuk membuat pesawat tempur KFX/IFX, bekerjasama dengan Turki membuat Tank Nasional. Bekerjasama dengan China membuat peluru kendali C-705. Begitu pula dengan proyek pembangunan Korvet/ PKR Nasional, bekerjasama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda. Andai KCR stealth Klewang tidak terbakar, mungkin Indonesia bisa sedikit tersenyum untuk urusan rekayasa teknologi militer di masa Presiden SBY. Namun takdir mengatakan lain, KRI Klewang itu harus lenyap karena terbakar.
KRI Klewang yang terbakar

Presiden SBY berhasil meningkatkan kekuatan militer Indonesia untuk menuju kembali menjadi Macan Asia. Namun secara rekayasa teknologi, Presiden SBY belum bisa seprestisius Presiden Soeharto dengan CN 235 dan N50-nya. Namun Presiden SBY telah memulainya dengan: Proyek Fighter KFX/IFX, Kapal Selam Nasional, Tank Medium Pindad, Korvet/PKR Nasional dan Rudal Nasional.

Semua proyek itu sudah berjalan tapi belum berwujud. Sesuatu yang cukup fair karena Presiden SBY hanya memiliki masa bakti waktu 10 tahun, sementara Presiden Soekarno dan Soeharto memiliki masa pemerintahan di atas 20 tahun.

Tugas dari pengganti Presiden SBY kelak adalah, meningkatkan rekayasa teknologi/militer jika tidak ingin yang telah dirintis dengan proyek Fighter KFX/IFX, Kapal Selam Changbogo, Rudal C-705, Frigate Nasional dan Tank Nasional, mati suri: hidup enggan mati tak mau.

Usia pemerintahan Presiden SBY tinggal hitungan bulan. Penerusnya dibutuhkan seorang presiden yang teknokrat atau mencintai teknologi yang memiliki waktu 10 tahun, untuk membuat Indonesia sekuat jaman Presiden Soekarno dan secanggih teknologi jaman Presiden Soeharto.

Perpaduan militer dan rekaysa teknologi yang kuat, harus diraih Indonesia pada tahun 2024, sehingga kita memiliki gambaran, seperti apa negeri ini di tahun 2045, ketika usia kemerdekaan nusantara mencapai usia 100 tahun. 
READ MORE >>

Rabu, 17 Juli 2013

Van der Vin, Penjaga Gawang Timnas Indonesia


Dalam tulisan terdahulu [baca: 1952: Indonesia vs Nan Hua (Hongkong) 1-0], NMR pernah menyinggung nama van der Vin. Siapa van der Vin? Tentu saja, dia adalah penjaga gawang timnas Indonesia era 1950-an yang juga pernah bermain di UMS dan Persija.

Namun, tahukah anda nama depan van der Vin? Berdasarkan penelusuran informasi (data), nama depan van der Vin yaitu Nol —kependekan dari Arnold— van der Vin. “…Nol van der Vin, oud-keeper van UMS, Persidja, en PSSI…” ungkap koran De Nieusgier, 17 Mei 1955.

Dalam koran berbahasa Belanda yang terbit di Belanda dan Indonesia itu juga terungkap bahwa selepas bermain di Persija, ia pulang “kampung” dikontrak oleh Fortuna 54 (sekarang merger menjadi Fortuna Sittard) karena kiper utama mereka, Frans de Munck (kiper timnas Belanda saat itu), cedera parah.

Lalu, bagaimana tanggapan Arnold van der Vin terhadap kondisi sepak bola Indonesia (pada masa itu)? Ia menceritakan bahwa kondisi sepak bola Indonesia berada pada level yang lebih rendah namun lebih keras (dan bertendensi fisik) daripada sepak bola Belanda. Indonesia juga masih harus mendidik wasit dan perangkat pertandingan. (Koran De Nieuwsgier, 3 Agustus 1955 dan koran Limburgsch, 25 Mei 1955).

Dalam catatan NMR pula, van der Vin pernah membawa Persija menjuarai Kompetisi Perserikatan 1954. Selain itu, ia pun tercatat sebagai penjaga gawang timnas Indonesia kedua yang mencatat kemenangan timnas Indonesia di negeri sendiri. Hal itu terjadi ketika Indonesia berhasil mengalahkan Nan Hua (27 Juli 1952). Sementara kemenangan pertama timnas Indonesia di negeri sendiri tercatat ketika Indonesia mengalahkan Sino Malay (Singapura) 6-0 (21 Februari 1951) yang pada saat itu gawangnya dijaga oleh Mo Heng. Kedua penjaga gawang (van der Vin dan Mo Heng) ini sebelumnya pernah bermain di kompetisi NIVB/NIVU.

READ MORE >>

Selasa, 16 Juli 2013

Ini Penampakan Tumpukan Sampah di Manggarai yang 'Menyeramkan'

Jakarta - Tumpukan sampah di pintu air Manggarai, Jakarta Timur bikin geleng-geleng. Manggarai disulap bak sungai sampah. Air sama sekali tak terlihat. Masya Allah!

Berdasarkan pantauan, Selasa (16/7/2013) siang, tumpukan sampah itu menyumbat aliran air. Sampah didominasi stereofoam dan sampah plastik. Sampah menimbulkan bau tak sedap. 

Sampah tersebut menumpuk karena petugas kebersihan pintu air melakukan aksi mogok kerja sejak 12 Juli lalu. Aksi itu dilakukan menyusul tertundanya pembayaran upah dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta selama 4 bulan.

Pemandangan sampah itu amat tak sedap. Jakarta seolah menjadi kota yang kotor. Sampah ini berasal hulu, biasanya petugas penjaga pintu mengangkat sampah itu.

Sampah itu dibuang orang-orang yang tak sadar akan kebersihan lingkungan. Para pembuang sampah ke kali itu tak sadar, berton-ton sampah itu menumpuk. Jakarta bisa banjir karenanya.


source : detik.com
READ MORE >>

Senin, 08 Juli 2013

Ranking FIFA: Indonesia Naik Dua Peringkat

Ranking FIFA: Indonesia Naik Dua Peringkat


Dalam rilisan FIFA terbaru, ranking Indonesia berhasil memperbaiki peringkat. Kini, Indonesia tercatat menempati peringkat ke-168 dunia.

Sebelumnya, dalam rilis bulan Juni lalu, Indonesia masih bertahan di peringkat ke-170 dunia. Namun dalam rilis terbaru 04 Juli 2013, skuad Garuda naik dua peringkat ke posisi 168.

Di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia masih kalah dengan rival-rival seperti Thailand. Negeri Gajah Putih masih kokoh di peringkat teratas wilayah ASEAN dengan menempati peringkat 138 dunia.

Berikut daftar ranking FIFA wilayah ASEAN per 04 Juli 2013:

1. Thailand ( peringkat 138 dengan poin 223).
2. Filipina (144, 203 poin)
3. Vietnam (145, 182 poin)
4. Singapura (156, 146 poin)
5. Malaysia (136 poin)
6. Myanmar (163, 129 poin)
7. Indonesia (168, 112 poin)
8. Laos (173, 87 poin)
9. Brunei Darussalam (182, 52 poin)
10. Timor Leste  (182, 52 poin)
11. Kamboja (198, 20 poin).

source: dewibola.com
READ MORE >>

TNI AD Beli Helikopter Tempur Eropa

Eurocopter AS 550 Fennec Multirole buatan Perancis (Fernando Puppio - GACETA AERONÁUTICA)

Untuk memperkuat keamanan Negara, TNI berencana mendatangkan 12 helikopter tempur dari negara Eropa, sekaligus memperbarui alat utama sistem senjata (Alutsista) Indonesia. TNI juga membeli helikopter Apache dari Amerika Serikat. “Kita juga akan membeli helicopter tempur jenis Apache yang harganya Rp700 miliar per buah,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko, usai membuka Karya Bakti dan Bakti Sosial TNI di Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pembenahan alutsista TNI AD terus dilakukan dengan dengan mendatangkan:Tank Leopard asal Jerman dan meriam penangkis udara. Beberapa peralatan tempur yang ditungu kedatangannya antara lain: Tank Leopard dan IFV Marder asal Jerman serta meriam 105/155 untuk Armed dari Korea dan Perancis.
“TNI AD juga akan mendatangkan penangkis udara dari Prancis maupun Inggris. Pada Oktober nanti diharapkan sebagian peralatan tempur baru milik TNI AD sudah bisa kami tunjukan kepada masyarakat,” ujar KSAD. Saat ini TNI AD telah memiliki sejumlah alat tempur modern seperti: meriam tempur Gun Zur 2322, 3d Multi Beam Search Radar, Missile Lauchers Porpad serta Tank Anoa 2.

AS 550 Fennec ?
Heli tempur dari Eropa tersebut kemungkinan Eurocopter AS 550 Fennec buatan Perancis. Sebelumnya, di masa KSAD Jenderal Pramono Edhie Prabowo, direncanakan untuk mendatangkan AS 550 Fennec multi-role helicopter.
Mesti berbadan kecil dan single engine, namun varian terbaru Eurocopter AS 550 Fennec sangat mematikan. Helokopter AS 550 C2 dilengkapi HeliTOW sighting system dan TOW anti-tank missiles. HeliTOW sight ini, dipasang di atap helikopter untuk menyuplai: direct view optics, day and night vision serta laser rangefinder. Untuk persenjataan serang darat, AS 550 C2 Fennec mengusung 7 misil x 2 roket launcher Forges de Zeebrugge atau 12 x 2 roket launcher Thales Brandt 68mm. Fennec juga bisa membawa empat rudal anti-tank seperti BGM-71 TOW atau anti-pesawat (air to air missile). Bahkan varian AS 555 SN, mengusung torpedo sebagai anti-submarine warfare.
Apakah eurocopter AS 550 Fennec yang akan dibeli ?. Hal ini baru kemungkinan saja, karena Penerbad memang pernah merekomendasikan helikopter ini sebagai pengganti bolkow 105 TNI AD yang sudah tua. Yang jelas dari pernyataan KSAD Moeldoko di atas, mengisyaratkan bahwa pembelian helikopter serang Apache Longbow semakin mendekati kenyataan.

source : jakartagreater.com

READ MORE >>

Selasa, 11 Juni 2013

Bajaj Listrik Diproduksi di Banyuwangi


Banyuwangi - Masih ingat dengan pengganti bajaj bertenaga listrik buatanClean Motion Swedia? Clean Motion, akan mulai memproduksi bajaj ZBee di Banyuwangi, Jawa Timur, mulai Agustus 2013.

"Selasa malam (11/6/2013) kami sudah bertemu dengan CEO Clean Motion dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta. Ada kepastian akan berproduksi mulai Agustus di Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam siaran pers yang diterima detikOto, Rabu (12/6/2013).

Menurut Anas, Clean Motion sebagai produsen ZBee akan menggandeng industri manufaktur lokal di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest. 

Dalam website resminya, Clean Motion menyebut potensi pasar kendaraan jenis ini di Indonesia mencapai 100.000 unit per tahun. Produksi ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan peremajaan bajaj yang sedang digiatkan Pemprov DKI Jakarta.

Kendaraan ZBee sendiri mempunyai efisiensi energi yang besar, sehingga bisa mengurangi emisi karbondioksida. Kendaraan ini diklaim sebagai solusi atas kemacetan di kota-kota besar yang semakin meningkat.

ZBee berdimensi panjang 2.400 mm, lebar 1.250 mm, dan tinggi 1.500 mm. Beratnya 230 kilogram dengan sabuk pengaman di tiga titik. Kendaraan bebas polusi udara ini menyimpan dayanya di baterai Li-Ion. Untuk menempuh 100 km, ZBee memerlukan listrik 4 kWh. Baterai ZBee dapat diisi penuh kurang dari satu jam. 

Tidak diperlukan infrastruktur khusus untuk pengisian baterai listriknya sebagaimana mobil listrik berkapasitas berat. 

Semua kebutuhan pengisian baterai bisa didapatkan di toko-toko biasa. Kendaraan ini mampu menempuh jarak 50 km sebelum harus diisi kembali dayanya. Kecepatan mobil ini mencapai 45 km per jam.


source : detik.com
READ MORE >>

Pasukan khusus Indonesia-Malaysia latihan antiteror di Medan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia Indonesia (Malindo) Darat Samudera Angkasa (Darsasa)-8AB/2013 di Medan mulai hari ini, Jumat (7/6) hingga Rabu (12/6).

Latihan ini sengaja digelar untuk memadukan kekuatan kedua negara dalam mengatasi masalah di perbatasan dan wilayah tertentu yang dinilai terkait kepentingan bersama. Pada tahun ini, latihan difokuskan pada tingkatan pasukan khusus.

"Latihan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama dari sidang high level committee, beberapa waktu lalu. Pada sidang komite itu disepakati bersama tentang latihan bersama, khususnya untuk pasukan khusus ini," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai upacara pembukaan Latgabma Malindo Darsasa 8AB/2013 di Lanud Soewondo, Polonia. Medan, Jumat (7/6).

Kedua pasukan akan menguji dan mengimplementasikan strategi dan penanggulangan teror. Latihan akan dimulai dengan kegiatan di pos komando. Selanjutnya, pada Selasa (11/6) dan Rabu (12/6) latihan akan berlanjut di lapangan, yaitu di Belawan, Lanud Soewondo dan Horel Arya Duta, Medan. "Sasarannya untuk menguji bersama Protap 16 dan 18 dalam penanggulangan teror," jelas Agus.

Latihan ini melibatkan 1.228 personel tentara dari kedua negara, terdiri dari 319 orang untuk Komando Gladi, 315 pelaku, dan 594 pendukung. Masing-masing angkatan mengerahkan alutsista dan perlengkapannya untuk digunakan dalam latihan ini. Angkatan Darat mengerahkan: 1 heli Bell-412, 1 heli MI-17, 1 armour halilintar, 2 armour, 1 ambulans, 4 Land Rover Command, 2 truk 3 tin, 2 kendaraan anjing perang, 4 sepeda motor, 1 bus, 2 Decco trailer, 1 rantis, dan 2 truk NPS. Angkatan Laut menyertakan: KRI Makassar-590, KRI IBL 383, 1 kapal sasaran (tanker), 4 sea rider, 4 rubber boat, 1 heli Bell, 1 heli Bolco, 2 truk, 5 Land Rover, 1 ambulans.

Sementara itu, Angkatan Udara mengerahkan Hercules C-130, 1 Boeing, 1 Fokker-28, 4 Ransus, 2 sepeda motor, 2 Komob, 2 bus, 2 truk, 1 mobil jihandak, 2 mobil PM, 1 mobil Damkar, dan 2 ambulans.

Di kesempatan yang sama, Panglima ATM Jeneral Tan Sri Dato Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin menilai kedua belah pihak sudah siap untuk mengikuti pelatihan ini. "Melihat kesiapan latihan ini, saya gembira. Saya percaya dan yakin, latihan ini terlaksana dengan baik. Saya turut gembira," jelasnya.

source: merdeka.com
READ MORE >>

Senin, 10 Juni 2013

Indonesia Mendapat Hibah F-16 dari Air National Guard

8 dari 24 pesawat F-16 C (single seater) block 25 hibah Amerika Serikat akan tiba di Indonesia pada tahun 2014. Pesawat tersebut sedang di-upgrade di depo pemeliharaan pesawat tempur Angkatan Udara Amerika, 309th Maintenance Wing di Hill Airforce Base, Utah. Pemerintah memilih 24  F-16 eks Air National Guard daripada membeli 6 pesawat baru, dengan alasan untuk menutupi jumlah minimum pesawat yang dibutuhkan. 16 pesawat itu, akan mengisi satu skuadron (16 pesawat) F-16 di Pekanbaru dan 8 sisanya di Madiun bersama F-16 A/B block 15 OCU TNI AU.
Penambahan 1 skuadron tempur di Pekanbaru sesuai dengan rencana strategis (Renstra I) periode 2005-2014. TNI AU akan menambah lagi 3 skuadron pesawat tempur pada Renstra II (2015-2024) hingga memiliki 11 skuadron tempur di tahun 2024. Yang menjadi pertanyaan, seperti apa sebenarnya kualitas pesawat F-16 eks Air National Guard ini dan berapa lama life time-nya ?.

USAF
Angkatan Udara Amerika Serikat, US Air Force (USAF) terbagi ke dalam tiga kategori: Air Force (AF), Air Force Reserve (AFRES) dan Air National Guard (ANG).

US Air Force adalah pasukan reguler: Air Force Global Strike Command, US Central Command, US Southern Command, US Joint Forces Command, US Northern Command, US Strategic Command; serta US Air Forces in Europe-USAFE dan Pacific Air Forces-PACAF.

Adapun Air Force Reserve-AFRES adalah Komponen Cadangan. Sedangkan Air National Guard merupakan Milisi yang dipersenjatai.

Keberadaan Air National Guard tidak terlepas dari sejarah National Guard yang panjang sekali. Awalnya mereka adalah milisi yang disewa para tuan tanah, untuk berjaga dan menghadapi pasukan Indian. Kini, tugas pokok National Guard adalah unit pertahanan dalam negeri yang struktur dan komando mereka terpisah dari tentara reguler.


Emblem Texas Air National Guard (photo: USAF)
Air National Guard berada di bawah kendali Gubernur negara bagian, namun sewaktu waktu bisa dimobilisasi oleh Presiden atau Kongres. Salah satu bentuk mobilisasi National Guard oleh Presiden AS, adalah pasca terjadi-nya serangan WTC 11 September 2011.

National Guard sedikit relevan dengan keberadaan Resimen Mahasiswa atau Menwa di Indonesia. Mereka memiliki kemampuan dasar militer namun strukturnya di luar TNI. Bedanya, National Guard dipersenjatai.

Dalam hal tertentu ada anggota National Guard ada juga yang terlibat perang Irak dan Afghanistan. Hal itu terjadi setelah status mereka di BKO ke Air Force Reserve atau Air Force.

3 F-16 Air National Guard: New Mexico, Colorado dan Montana, terbang di atas Kota Kunsan Korea Selatan, 9 September 2006 (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Jeffrey Allen)
Anggota Air National Guard (ANG) umumnya bekerja paruh waktu karena mereka juga warga sipil yang memiliki pekerjaan tetap. Kondisi itu  cocok dengan ANG yang berada di bawah kendali Gubernur Negara Bagian.

Adapun Air Force Reserve (AFRES) berada di bawah kendali Presiden. Mereka adalah komponen cadangan  untuk membantu tugas  Air Force. AFRES lebih mobil dan banyak terlibat dalam berbagai medan operasi USAF, dengan peran sebagai pasukan pendukung, bukan pasukan pemukul. Namun setelah periode tertentu (2 tahun), mereka kembali menjadi warga sipil. Keberadaan ANG dan AFRES sekaligus perekat hubungan militer dengan warga sipil.

Air National Guard
Pada tahun 1982 ketika masih terlibat perang dingin dengan Uni Soviet, Pemerintah AS memutuskan mempersenjatai Air National Guard dengan pesawat tempur yang lebih canggih agar memiliki tanggung jawab yang lebih. Tugas Air National Guard juga ikut meningkat dan bertanggung jawab terhadap pertahanan udara negara AS yang sebelumnya menjadi tanggung jawab USAF Air Defense Command.

Dengan pengalihan tanggung jawab ini, berbagai pesawat interceptor dipindahkan dari USAF Air Defense Command ke Air National Guard. Konsekuensi lanjutan pun muncul. Pesawat F-16 yang dimiliki Air National Guard harus memiliki kemampuan serang yang bagus, seperti menembakkan BVR missile Sparrow. Untuk mendapatkan kemampuan itu, maka 271 airframe pesawat F-16A/B dimodifikasi menjadi F-16 A/B ADF Block 15 di Ogden Air Logistics Center, Utah.

Modifikasi utama adalah upgrading radar AN/APG-66 agar bisa mendeteksi target kecil dan mampu menjejak lawan di Beyond Visual Range, agar pesawat memiliki kemampuan menembakkan rudal jarak menengah AIM-7 Sparrow BVR missiles.Tugas utama Air National Guard saat itu, menjaga wilayah utara AS dari serangan bomber dan peluru kendali jarak jauh Uni Soviet. Pada akhirnya modifikasi F-16 ADF berkembang meliputi: Spotlight, yang dipasang di samping hidung pesawat untuk membantu identifikasi penyusup saat penerbangan malam,  advanced IFF, high frequency, single side-band radio, improved ECCM, penyediaan GPS dan datalink rudal AIM-120 AMRAAM.

F-16 ADF block 15 dapat membawa 6 rudal AIM-7 Sparrow atau  AIM-9 Sidewinder, mampu membawa AIM-120 AMRAAM serta canon internal 20-mm.

F-16B (double seater) dilengkapi rudal Sidewinder dan Sparrow saat melakukan ujicoba program ADF [Photo by Paul Boliou]
Pesawat F-16A/B block 15 ADF, diberikan kepada ANG pada tahun 1989 dan programnya terus dilanjutkan hingga tahun 1991. Pihak pertama yang mendapatkan pesawat F-16A/B block 15 ADF adalah Skuadron 114th Tactical Fighter Training, Oregon Air National Guard. Disusul kemudian Skuadron 194th Fighter Interceptor California ANG.
Pada awal tahun 1990-an lebih dari 800 pesawat tempur F-16A/B/C/D dioperasikan oleh berbagai skuadron ANG. Saat itu ANG memiliki 43 Skuadron pesawat F-16 yang melekat ke negara bagian masing-masing. Negara bagian New York memiliki Skuadron 136 FS “New York’s Finest”, Wisconsin memiliki skuadron 176 FS “Badgers”, Arizona skuadron 148 FS “Kicking Ass” dan banyak lagi.


Regenerasi
Pesawat F-16 Air National Guard semakin bervariatif, setelah mendapatkan lungsuran pesawat Block 25 dan 30 dari satuan reguler, seperti US Air Forces in Europe-USAFE, Pacific Air Forces-PACAF dan satuan lainnya. Pengalihan terjadi karena pasukan reguler telah mendapatkan F-16 baru, Block 40/42 dan 50/52. Dengan demikian bisa dikatakan sebagian besar pesawat Air National Guard telah malang melintang di medan perang dan masuk usia senja.

Air National Guard memiliki 43 skuadron F-16, dengan tugas berbeda beda: air defense, training/testing, air defense-attack, attack dan multiroll.

Umumnya, skuadron air defence memakai F-16A/B block 15 ADF, skuadron training  menggunakan block 25, skuadron attack/multirole menggunakan Block 30/32 – 40/42 dan 50/52.

4 F-16C Block 30 South Dakota ANG melintasi pegunungan Rushmore [LMTAS photo]
Seiring berakhirnya perang dingin di pertengahan 1990, USAF menghentikan tugas fighter interceptor untuk ANG. Hal ini menyebabkan sekitar setengah dari 43 skuadron F-16, ditutup atau diganti dengan pesawat jenis lain, seperti: C-130 Hercules, Tanker udara Boeing KC-135 Stratotanker; Pesawat evakuasi medis militer C-21A,  Pesawat A-10 Thunderbolt II, Pesawat F-15C/D, Unmanned aerial vehicle MQ-9, Lancer Long-Range Strategic Bomber B-1B serta Pesawat F-22A.
Perubahan ini sekaligus memperlebar tugas Air National Guard diiringi peningkatan kualitas pesawat mereka.

Dengan kebijakan itu, seluruh pesawat F-16 A/B ADF block 15 dipensiunkan. Demikian pula dengan sebagian besar F-16 Block 20/25 dan 30/32. Sebagian pesawat itu dijual atau dipinjamkan ke negara lain, sebagian lagi yang sudah tua disimpan di tempat menyimpanan AMARC, Arizona.

F-16A block 15 dari 198th Fighting Squadron terparkir di AMARC October 1995 [AviaMagazine photo by Frits Jongerman]

F-16A block 15 dari Skuadron 425th yang sempat disewakan untuk training pilot Singapura di Luke Air Force Base, sebelum akhirnya pensiun dan disimpan di AMARC 1 Februari 1996. [Photo by Phillip Kovaric]
F-16 Frontline
Sebagai perbandingan, F-16  Pacific Air Forces-PACAF yang dianggap frontline unit (Hawai, Korea Selatan dan Jepang) mengusung Block 40/42 and Block 50/52. Begitu pula dengan skuadron yang berpangkalan di Eropa-USAFE, mengusung versi terakhir dari block 40/42 dan 50/52.

Pesawat F-16 Block 40/42 dan 50/52, dilengkapi: AGM-88 HARM dan GBU-31 JDAM, Theater Airborne Reconnaissance System, serta CCIP (Common Configuration Implementation Program).

Program CCIP untuk armada F-16 USAF Block 40/42/50/52 di Eropa. Konfigurasi CCIP meliputi sistem: Modular Mission Computer, Color Multifunction Display Set, Common Data Entry Electronics Unit, Electronic Horizontal Situation Indicator, Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS), Link 16 Multifunction Information Distribution System (MIDS) and Low Volume Terminal with TACAN. Sistem meningkatkan secara tajam fleksibilitas F-16 AS di Eropa.

Sekitar 4500 pesawat sipil dan militer non-aktif, disimpan di Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG), di Davis-Monthan Air Force Base, Arizona dengan nilai diperkirakan 35 Miliar USD


Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona (photo by Dave Anderson)

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona, (photo by Dave Anderson)

Pesawat F-16 di AMARC Arizona, Maret 2008 (photo by Ronnie Carpenter)


F-16C Block 25
Adapun block 25 adalah generasi pertama F-16C/D yang ditandai radar baru APG-68 menggantikan APG-66, serta beberapa jenis senjata. Pesawat ini diproduksi 209 unit untuk versi C (single seater) dan 35 versi D (double seater). Unit terakhir yang diproduksi adalah seri 85-1516 yang roll-out November 1986. Dari total 344 unit pesawat, 68 diantaranya masih aktif dan tersebar di skuadron ANG/AFRES sebagai pesawat latih.

Pesawat yang akan dihibahkan ke Indonesia, antara lain F-16C Block 25D serial number: 84281. Pesawat ini pertama kali diserahkan dari pabriknya ke USAF Tactical Fighter Squadron 33, bulan Januari 1986. Awal tahun 1991 pesawat ini ikut operasi Desert Storm di Irak.

Usai operasi Desert Strom, F-16C block 25 s/n 84-1281 ini, sebentar dipindahkan ke Skuadron 113 Tactical Fighter, September 1991. Tujuh bulan kemudian  April 1992, pesawat itu dialihkan ke Skuadron 112 Ohio Air National Guard.

Setelah dua tahun, pesawat ini dilepas dari Ohio Air National Guard (April 1994), untuk ditampung oSkuadron 62 LF, Arizona karena Skuadron 112 Ohio AGN telah menerima pesawat lebih baru, F-16C/D block 42.

Terakhir 5 Agustus 2009, pesawat F-16C block 25 s/n 84-1281 di-non-aktif-kan dan disimpan di USAF AMARC (Aerospace Maintenance and Regeneration Center), Tucson, Arizona.



F16C Block 25 s/n 84-1281 saat masih berada di Skuadron 62nd FS [Frank Ertl collection]


F-16C block 32 yang akan dihibahkan ke Indonesia saat masih bergabung dengan Skuadron 113th TFS parkir di pangkalannya Terre Haute IAP, Oktober 1991 [Photo by Gary Chambers]
Kini pesawat F-16C Block 25 s/n 84-1281 sedang diupgrade/refurbish di Hill Air Force Base, Utah, untuk dikirim ke Indonesia tahun 2014.

Indonesia mengeluarkan 700 juta USD, untuk meningkatkan performa 24 F-16 Block 25, termasuk upgrade: Radar, Electronic Warfare, Fire Control (EEFC), Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), Sniper/Litening dan sebagainya.

Dengan sisa +1500 jam terbang, usia pesawat hibah F-16C bLock 25, kira-kira 5 tahun lagi dengan masa terbang 20 jam/bulan. Jika upgrade/refurbish meliputi air-frame, maka life time pesawat bisa lebih lama. 


source : jakartagreater.com
READ MORE >>